ISLAMI BOOK: Seruan Islam
Tampilkan postingan dengan label Seruan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seruan Islam. Tampilkan semua postingan

Inilah Budaya Yang Dimiliki Oleh Semua Negara


Hampir semua pribadi muslim sudah tahu bahwa memberi sogok dan menerima sogok adalah haram. Demikian juga melakukan kecurangan dan pemalsuan juga haram, mereka juga sudah tahu.

Banyak mubaligh yang dalam dakwahnya mengajak ummat untuk berlaku jujur, tidak boleh menyogok, dan tidak boleh curang dalam berbisnis. Jika pejabat negara memenuhi anjuran ini, maka dia akan hidup miskin, tidak naik pangkat dan anaknya tidak bisa sekolah ke luar negeri. Jika pengusaha muslim mengikuti anjuran seperti ini, maka matilah pengusaha muslim itu, sehingga seluruh bisnis diambil oleh orang lain. Pengusaha muslim yang sukses dengan menyogok dan curang, akan menjauh dari ummat dan tidak perduli dengan kepentingan islam (baca: tidak menyumbang).

Ekonomi di Indonesia dibangun secara tidak jujur, jika anda mau masuk jadi pegawai negeri atau militer, maka anda harus bisa 'menitip diri' (baca: nyogok) agar bisa lolos dari beberapa test yang dilakukan. Bahkan mau jadi bupati, camat bahkan gubernur harus bisa memberi upeti dan fasilitas. Untuk bisa bertahan sebagai bupati Bantul misalnya, seseorang harus memberi upeti satu milyar kepada atasannya supaya jabatannya langgeng.

Pengusaha yang ingin menang dalam tender pembelian barang atau jasa pada suatu instansi pemerintah harus bisa 'melayani' para pejabatnya, bahkan begitu berat persyaratan tender, beberapa surat, merek atau spesifikasi harus dipalsukan agar bisa sukses.

Tatanan masyarakat sogok telah tercipta. Anda hanya bisa sukses jika mau menyogok. Lalu bagaimana dengan Al-Qur’an dan hadist yang melarang sogok? Bukankah isi Al-Qur’an dan Hadist untuk kita sekarang ini di dunia ini? Apa yang salah sehingga orang yang jujur malah sengsara?

Ummat Islam sekarang sedang diolah supaya menjadi egois dan penakut. Yang diajari cuma masalah mengelola hati, cuma masalah diri sendiri, masalah pribadi: Yang penting saya jujur, ibadah sendiri, senang sendiri, naik haji sendiri, masuk surga sendiri.

Imam Gazali mengarang berbagai buku kesehatan, ekonomi, perang dan lain-lain. Namun, yang laku di sini cuma tentang hati. Syeh Abdul Qadir Jaelani pernah berjuang sehingga Gubernur Mesir yang korup jatuh dari kedudukannya. Tetapi, di sini kita cuma membaca buku tentang riwayat hidupnya, bukan pemikirannya yang berani itu.

Jawabannya adalah nahi munkar. Jika kita mengajak ummat untuk bersikap jujur, maka pada saat bersamaan kita juga harus mengajak ummat untuk menghancurkan yang tidak jujur. Jika kita mengajak ummat menggunakan timbangan yang betul, kita harus mengajak pula untuk membasmi mereka yang mencurangi timbangan dan takaran.

Nabi Muhammad diutus ke dunia ini membawa kabar gembira dan peringatan. Kata amar ma’ruf (mengajak ke arah yang baik) selalu berdampingan dengan nahi munkar (mencegah kemungkaran). Jumlah kata Surga sama banyak dengan kata Neraka, arus listrik yang mengalir di kabel positif dan di kabel negatif selalu sama banyak. Tanpa kabel negatif, listrik tidak menyala. Jadi negatif itu perlu yaitu bertindak merugikan orang jahat. Adalah percuma anda bantu orang miskin sementara orang yang menyebabkan kemiskinan tidak dibasmi. Dokter yang baik akan menghilangkan penyebab suatu penyakit, tidak sekedar mengobati penyakitnya.

Kisah Nyata : Seorang Muallaf Wanita Menantang Pendeta Di Forum Terbuka


Berikut Kisah : Muallaf Wanita Menantang Pendeta di Forum Terbuka 
Pernah terjadi ketika dalam suatu acara Debat Islam & Kristen di salah satu gedung di Jakarta, waktu memasuki acara tanya jawab, seorang ahwat mengajukan satu pertanyaan kepada sang Pendeta yang bertitel Doctor Teologi sebagai berikut :

AHWAT: "Pak Pendeta, di dunia ini ada banyak orang yang hapal Al Qur'an diluar kepala. Apakah ada orang yang hapal Alkitab diluar kepala?"

PENDETA: "Di dunia ini tidak mungkin ada yang hapal Alkitab di luar kepala. Sejenius apa pun orarig itu, tidak mungkin dia bisa hapal Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu adalah buku yang sangat tebal, jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur'an. Al Qur'an adalah buku yang sangat tipis, makanya mudah dihapal."

Jawaban pendeta tersebut terlalu singkat, tidak rasional dan sangat merendahkan bahkan melecehkan AI Qur’an.

Dengan jawaban pak Pendeta hanya seperti itu, karena penasaran, kami maju ke depan, merebut mikropone yang ada ditangan akhwat tersebut, dan melanjutkan pertanyaan ahwat tadi. (maaf disini kami pakai nama pengganti HILS)

HILS :        "Maaf pak Pendeta, tadi bapak katakan bahwa Al Qur an adalah buku yang sangat tipis, makanya gampang dihapal diluar kepala. Tapi pak Pendeta, bahwa setipis-tipisnya Al Qur'an, ada sekitar 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tapi kenyataannya di dunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur'an diluar kepala. Bahkan anak kecil sekalipun banyak yang hapal diluar kepala, walaupun artinya belum dipahami. Sekarang saya bertanya kepada pak Pendeta, Alkitab itu terdiri dari 66 kitab bukan? Jika pak Pendeta hapal satu surat saja diluar kepala (1/66 saja), semua yang hadir disini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi! Ayo silahkan pak Pendeta!"

Mendengar tantangan saya seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin audiens yang muslim khawatir, jangan-jangan ada salah satu Pendeta yang benar-benar hapal salah satu surat saja di dalam Alkitab tersebut. Seandainya ada yang hapal, berarti saya harus tepati janjiku yaitu harus masuk Kristen kembali. Karena para Pendetanya diam, saya lemparkan kepada jemat atau audiens Kristen yang dibelakang.

HILS :  "Ayo kalian yang dibelakang, jika ada diantara kalian yang hapal satu surat saja dari Alkitab ini diluar kepala, saat ini semua jadi saksi, saya akan kembali masuk ke agama Kristen lagi, silahkan!!"

Masih dalam situasi tegang, dan memang saya tahu persis tidak akan mungkin ada yang hapal walaupun satu surat saja diluar kepala, tantangan tersebut saya robah dan turunkan lagi. Saat itu ada beberapa Pendeta yang hadir sebagai pembicara maupun sebagai moderator. Mereka itu usianya bervariasi, ada yang sekitar 40, 50 dan 60an tahun. Pada saat yang sangat menegangkan, saya turunkan tantangan saya ke titik yang terendah, dimana semua audiens yang hadir, baik pihak Kristen maupun Islam semakin tegang dan mungkin sport jantung.

HILS :  "Maaf pak Pendeta, umur andakan sekitar 40, 50 tahun dan 60an tahun bukan? Jika ada diantara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja BOLAK BALIK ayat Alkitab ini, asalkan PAS TITIK KOMANYA, saat ini semua jadi saksinya, aku kembali masuk agama Kristen lagi!! Silahkan pak!"

Ketegangan yang pertama belum pulih, dengan mendengar tantangan saya seperti itu, situasi semakin tegang, terutama dipihak teman-teman yang beragama Islam. Mungkin mereka menganggap saya ini gila, over acting, terlalu berani, masak menantang para Pendeta yang hampir rata­rata bertitel Doctor hanya hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Suasana saat itu sangat hening, tidak ada yang angkat suara, mungkin cemas, jangan-jangan ada yang benar-benar hapal ayat Alkitab satu lembar saja. Karena para pendeta diam seribu bahasa, akhirnya saya lemparkan lagi kepada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.

HILS :  "Ayo siapa diantara kalian yang hapal satu lembar saja ayat Alkitab ini, bolak balik asal pas titik komanya, saat ini saya kembali masuk Kristen. Ayo silahkan maju kedepan!"

Ternyata tidak ada satu pun yang maju kedepan dari sekian banyak Pendeta maupun audiens yang beragama Kristen. Akhirnya salah seorang Pendeta angkat bicara sebagai berikut:

PENDETA: "Pak Insan, terus terang saja, kami dari umat Kristiani memang tidak terbiasa menghapal. Yang penting bagi kami mengamalkannya."

HILS :        "Alkitab ini kan bahasa Indone­sia, dibaca langsung dimengerti! Masak puluhan tahun beragama Kristen dan sudah jadi Pendeta, selembar pun tidak terhapal? Kenapa? Jawabnya karena Alkitab ini tidak murni wahyu Allah, maka­nya sulit dihapal karena tidak mengandung mukjizat! Beda dengan Al Qur’an. Di dunia ini ada jutaan orang hapal diluar kepala, bahkan anak kecilpun banyak yang hapal diluar kepala seluruh isi Al Qur'an yang ratusan halaman. Padahal bahasa bukan bahasa kita Indonesia. Tapi kenapa mudah dihapal? Karena Al Qur'an ini benar-benar wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, sehingga dimudahkan untuk dihapal. Soal meng-amalkannya, kami umat Islam juga berusaha mengamalkan ajaran Al Qur’an. Saya yakin jika bapak-bapak benar­benar mengamalkan isi kandungan Alkitab, maka jalan satu-satunya harus masuk Islam. Bukti lain bahwa Al Qur'an adalah wahyu Allah, seandainya dari Arab Saudi diadakan pekan Tilawatil Qur'an, kemudian seluruh dunia mengakses siaran tersebut, kami umat islam bisa mengikutinya, bahkan bisa menilai apakah bacaannya benar atau salah. Dan ketika mengikuti siaran acara tersebut, tidak perlu harus mencari kitab Al Qur'an cetakan tahun 2000 atau 2005. Sembarang Al Qur'an tahun berapa saja diambil, pasti sama. Beda dengan Alkitab. Seandainya ada acara pekan tilawatil Injil disiarkan langsung dari Amerika, kemudian seluruh dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang jadi rujukan untuk di ikuti dan dinilai benar tidaknya? Sama-sama bahasa Inggris saja beda versi, jadi sangat mustahil jika ada umat Kristiani bisa melakukan pekan tilawatil Injil, karena satu sama lainnya berbeda."

Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu mendapat sambutan hangat dan aplaus dari audiens yang beragama Islam. Oleh sebab itu kami serius menyediakan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10.000.000.­(sepuluh juta rupiah) bagi siapa saja umat Kristiani yang bisa hapal ayat-ayat Alkitab walau satu lembar saja bolak balik atas pas titik komanya. Bagi yang ingin mencobanya, kami persilahkan hubungi kami bila ada yang bisa menghapalnya diluar kepala, tanpa harus membuat satupun kesalahan.


Disadurkan dari buku : Mustahil Kristen Bisa Menjawab, karya :Insan LS Mokoginta

Apakah Fenomena Seperti Ini Belum Bisa Menyadarkan Anda

Pernah berlaku di zaman Khalifah Bakar As-Sidiq terhadap seorang sahabat yang meninggal dunia. Setelah dimandi dan di kafankan, lalu diletakkan di satu sudut rumah untuk disholatkan. Semasa sholat hendak dimulakan, tiba-tiba mayat itu bergerak-gerak.

Tampillah seorang daripada mereka untuk menghuraikan ikatan kafan karena menyangka mayat itu masih hidup.

Tatkala kafan itu terbuka, alangkah terperanjatnya mereka karena mayat itu di lilit dan digigit oleh seekor ular.

Lalu mereka mengambil kayu untuk memukul ular tersebut.

Sekali lagi mereka terkejut karena ular itu mengucap dua kalimah syahadat serta berkata:
"Apakah sebabnya kamu hendak membunuhku?. Aku tidak bersalah dan tidak pula menyakiti kamu.

Aku hanya menjalankan perintah Allah menyiksa mayat ini sehingga Hari Akhirat".

Para hadirin bertanya : "Apakah yang menyebabkan mayat ini disiksa?"



Ular tersebut menjawab : "Mayat ini selama hidupnya telah melakukan tiga kesalahan yaitu :


Pertama : Ia mendengar azan tetapi tidak diindahkan malah tidak pula mengerjakan sholat.
Kedua : Ia tidak mengeluarkan zakat hartanya.
Ketiga : Ia tidak mau mendengar nasihat yang baik-baik dari para alim ulama'.

Itulah yang menyebabkannya disiksa sedemikian rupa."


Ya Allah..Kami Memohon pada Engkau , Ampunilah dosa-dosa kami ,terimalah amal ibadah kami, dan matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin ya Rabbal'alamiin.

Sekarang anda Mempunyai dua pilihan : 

1. Biarkan saja, dan abaikan saja artikel ini supaya orang lain tidak ikut membaca.

2. Membagikan artikel ini agar orang lain ikut membaca.



Sabda Rasulullah SAW

“Barang siapa Menunjukkan kepada Kebaikan. Maka ia memperoleh Pahala yang sama seperti yang melakukan atau mengamalkan Kebaikan itu.

SILAHKAN SHARE... !!!


Propaganda Hollocaust Oleh Rezim Zionis


Siapa bilang kisah pembantaian kaum Yahudi saat Perang Dunia II melulu bercerita soal air mata. Datanglah ke Teheran, Iran, bulan-bulan ini. Di Museum Seni Kontemporer Palestina di kota itu, boleh jadi gambaran hollocaust itu justru membuat kita tersenyum, bahkan terpingkal.

Sejak Selasa (15/8) kemarin, di gedung itu memang digelar pameran internasional kartun hollocaust. Direncanakan berlangsung sebulan penuh, setidaknya 204 karya kartun dari berbagai penjuru dunia dipamerkan di sana. 

''Kami menggelar pameran ini untuk mengetahui sejauh mana batas kebebasan ala Barat itu mereka yakini,'' kata Masoud Shojai, ketua Asosiasi Kartunis Iran, sekaligus ketua penyelenggara pameran tersebut, kepada kantor berita AFP. 'Mereka' yang dimaksud Masoud tentu saja dunia Barat, yang selama ini selalu mengusung dalih kebebasan untuk melanggar apa pun. Tak kecuali perasaan religius umat beragama lain. 

Mau contoh? Satu saja, kasus kartun Nabi Muhammad, yang marak awal tahun ini. Alih-alih mawas diri, dengan dalih kebebasan itu pula, sebagian kalangan di dunia Barat justru mempertanyakan reaksi umat Islam atas munculnya kartun tersebut. 

Tak perlu menunggu respons Barat, sebenarnya, karena Masoud sendiri sudah beroleh jawaban. ''Mereka bisa seenaknya menulis apa pun tentang Nabi kita. Tetapi, saat ada seorang saja mempertanyakan soal pembantaian Yahudi, dia malah didenda, bahkan dipenjara,'' Kata Masoud, menyindir. 


Ucapan itu merujuk perlakuan hipokrit Barat terhadap David Irving, sejarahwan Inggris yang tidak hanya kena denda atas sikapnya yang skeptis soal hollocaust, tetapi bahkan harus meringkuk di penjara. 

Tentang pameran sekaligus kompetisi kartun itu, Masoud sendiri menyatakan tidak bermaksud membantah cerita pembantaian orang-orang Yahudi di PD II tersebut. ''Kami hanya mempertanyakan, mengapa justru rakyat Palestina yang harus membayarnya?'' kata dia. 

Kompetisi kartun itu sendiri berlangsung di tengah hebohnya pemuatan kartun Nabi oleh harian Denmark, Jyland-Posten, awal tahun ini. Saat itu, Asosiasi Kartunis Iran menantang para kartunis dunia untuk menuangkan ide mereka seputar hollocaust. Hasilnya, tidak kurang dari 1.100 kartun dari 60 negara masuk ke dalam daftar panitia lomba. Dari jumlah itu, 204 kartun memenuhi syarat untuk ikut dipamerkan dan berpeluang memenangkan hadiah uang. Lumayan besar, yakni masing-masing 12 ribu, delapan ribu, dan lima dolar AS untuk juara satu, dua, dan tiga.

Satu di antara nominator kartun tersebut datang dari peserta asal Indonesia, Tony Thomdean. Dengan jenaka Tony menggambarkan Patung Liberty, Dewi Kemerdekaan, tengah menggenggam daftar korban hollocaust di tangan kiri, sementara tangan kanannya memberikan salut ala Hitler. ''Heil ...!''

''Kami datang kemari untuk belajar banyak tentang pembantaian yang menjadi dasar pendirian negara Israel itu,'' kata Zahra Amoli, seorang mahasiswi yang datang berombongan ke pameran tersebut. Hari pertama pameran tersebut, kemarin, dihadiri seratusan orang pengunjung. Dengan antusias mereka berkeliling, mengamati, dan tak jarang tersenyum simpul menyaksikan kartun-kartun tersebut. 

Sikap yang ditunjukkan masyarakat Iran akan hollocaust itu, tidak lepas dari sikap presiden mereka, Mahmud Ahmadinejad. Desember 2005 lalu, saat berpidato di Provinsi Sistan Baluchestan, Ahmadinejad menyatakan, Barat telah memosisikan mitos hollocaust itu melebihi keyakinan akan ketuhanan dan kenabian. ''Mereka menindak keras siapa saja yang meragukan mitos tersebut, namun membiarkan orang-orang yang mengingkari ketuhanan dan agama,'' kata Ahmadinejad, sebagaimana dikutip BBC, saat itu.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Ahmadinejad juga menyatakan, jika memang Barat sebagai pelaku pembantaian tersebut peduli dengan nasib bangas Yahudi, mengapa bukan sebagian wilayah Eropa, AS, Kanada, atau Alaska, yang diberikan kepada Israel sebagai tebusannya. 

''Mengapa justru rakyat palestina yang harus membayar?'' kata Ahmadinejad. Ucapan itulah yang kemudian dikutip Masoud, ketua panitia pameran itu. Dalam banyak hal, hollocaust memang telah menjadi barang dagangan Barat dan tentu saja, Israel. Klaim mereka bahwa selama PD II telah terjadi pembantaian atas sedikitnya enam juta Yahudi, membuat peristiwa itu selalu dihidup-hidupkan. Tidak hanya kamp-kamp penahanan Yahudi, khususnya Kamp Auschwitz, dijadikan museum. Lebih dari 250 museum didirikan di banyak negara untuk menyokong klaim tersebut. Untuk anak-anak sekolah, di AS dan Eropa sejak lama hollocaust menjadi salah satu bahan pelajaran. Untuk masyarakat awam, kurang apa dengan munculnya film-film yang terus memamah biak persoalan itu. 

Sedemikian gencarnya propaganda rezim Zionis soal hollocaust, sehingga kalangan Yahudi sendiri tak kurang yang merasa rikuh. Sejarawan Yahudi, Alfred M Lilienthal, bahkan dalam situsnya, http://www.alfredlilienthal.com,/ menyebut propaganda itu dengan hollocaust mania. Yang paling mutakhir, Tel Aviv bahkan kembali melakukan upaya mereka sejak lama, untuk menekan Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 27 Januari sebagai ''Hari Hollocaust''. 

Tidak hanya itu, seorang anggota Komite Pendataan Hollocaust AS-Polandia, Rana I. Aloy, menyatakan, dalam PD II, tidak hanya orang-orang Yahudi yang mengalami penderitaan. ''Korban paling banyak pada PD II justru adalah orang Rusia,'' kata Aloy. 

Klaim hollocaust juga tidak pernah menemukan dokumen pendukung. Bahkan, laporan Palang Merah Internasional dan perundingan sejumlah pejabat negara penentang Nazi, tak pernah disebutkan keterangan soal pembakaran orang-orang Yahudi oleh Nazi tersebut. 

Karena itu, tidak heran bila sejarawan Australia, Frederick Toben, pernah mengatakan bahwa Israel sepenuhnya dibentuk atas dasar kisah hollocaust. ''Karena hollocaust adalah kisah bohong, berarti Israel dibangun di atas kebohongan besar,'' kata Toben. Untuk itu, sebagaimana kemudian dialami David Irving, Toben juga mengalami pemenjaraan akibat kata-katanya itu. 

Itulah kebebasan ala Barat. Di Teheran, orang-orang Iran mencoba menertawakan hal itu.

Sejarah Nabi Muhammad Dan Bangsa Yahudi


Menilik sejarah Nabi Muhammad SAW dan bangsa Yahudi sepanjang 20 tahun masa kenabian, dipenuhi catatan bagaimana komunitas yang disebut sebagai bangsa kera itu selalu mendiskreditkan Islam dengan berbagai cara. 

Beberapa kali orang-orang Yahudi menghasut suku Aus dan Khazraj yang telah masuk Islam, dengan membangkitkan kembali dendam kesumat di masa Jahiliyah.

Di antara tekanan kaum Yahudi di Madinah adalah berpura-pura masuk Islam. Mereka juga mengada-adakan hal yang ditiadakan dalam Islam. Segolongan lain mencoba memojokkan Islam dengan memperdebatkan, menyebarluaskan prasangka, dan mencoba mengepung Islam dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, ''Apa itu Allah? Apa itu Ruh? Jika Allah menciptakan makhluknya, siapkah yang menciptakan Allah?''

Masih banyak pertanyaan tak masuk akal lainnya yang ditujukan guna mengembalikan umat Islam kepada kekufuran. Sewaktu umat Islam berperang melawan Quraisy di Perang Badar, orang-orang Yahudi mendesas-desuskan bahwa Nabi SAW mati terbunuh.

Setelah terbukti umat Islam yang menang, dan banyak tokoh Quraisy yang tewas, sejumlah tokoh Yahudi pergi ke Makkah. Mereka meratapi yang mati sambil menghasut suku-suku bangsa Arab agar memerangi Nabi SAW kembali.

Sesudah Perang Uhud di mana umat Islam kalah, Yahudi mencoba berkonspirasi lagi hendak membunuh Nabi SAW. Saat berada di kampung Bani Nadir guna merundingkan sesuatu, seorang di antara mereka naik ke atas membawa batu kisaran gandum dan hendak dijatuhkan ke kepala Nabi SAW yang tengah bersandar.

Namun, rencana busuk itu keburu diketahui Nabi SAW melalui wahyu yang dibisikkan malaikat. Beliau pun segera berdiri dan meninggalkan tempat itu sebelum makar jahat itu terealisasi. Atas berbagai kejahatan dan tipu muslihat licik tersebut, Nabi SAW pun bertindak tegas terhadap kaum Yahudi. Ultimatum dikeluarkan agar mereka keluar dari Madinah. Hukuman tegas ini dijatuhkan karena bangsa Yahudi telah mengingkari penjanjian nonagresi.

Kini kebencian masyarakat dunia tertuju kembali pada bangsa Yahudi akibat kebiadaban mereka di Lebanon dan Palestina. Sudah banyak rakyat Lebanon dan Palestina yang menjadi korban. Seseorang yang mati membela agama dan perintah-Nya, dia tak kehilangan sesuatu apa pun.

Sebaliknya, kehidupan yang indah namun fana di jalan Tuhan akan digantikan dengan hidup abadi yang lebih indah. ''Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.'' (QS Ali Imran [3]: 169). 

Lahirnya Ulama Su' (Jahat)


Di zaman sekarang, ulama yang berpegang pada ajaran Islam tidak didengar. Fatwa mereka dilawan. Sebaliknya, lahir ulama jahat (ulama su’). 

Pada 29 Desember 2004, Harian Pikiran Rakyat yang terbit di Bandung menyiarkan sebuah berita berjudul “Gelombang Besar Hantam Pangandaran dan Laut Jawa. Yusuf: "Jabar Selatan Bisa Habis". Ada baiknya berita itu kita simak kembali, setelah kita menyaksikan terjadinya gempa bumi dan tsunami yang menerjang sejumlah daerah di pesisir Jawa Barat Selatan dan beberapa daerah di Jawa Tengah Selatan, pada Selasa, 18 Juli 2006 lalu. 

Gempa dan tsunami itu menelan korban meninggal lebih dari 500 jiwa. Padahal, ternyata, jauh-jauh sebelumnya, hal itu sudah diperingatkan oleh sejumlah pakar geologi. 

Dalam berita itu diceritakan, bahwa masyarakat Jawa Barat, khususnya yang berada di jalur Pantai Selatan diminta lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi yang bisa menyebabkan gelombang tsunami. Kewaspadaan ini perlu dilakukan mengingat Jawa Barat termasuk daerah yang rawan gempa, sehingga potensi terjadinya tsunami juga sangat besar. 

Peringatan tersebut disampaikan Kasi Gerakan Tanah Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Ir. H. Gatot Moch. Soedrajat, M.Sc., dan Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (P3TISDA) BPPT, Dr. Yusuf Surachman Djajadihardja. 

Menurut Gatot, potensi terjadinya gempa di Jawa Barat karena terdapatnya lempengan tektonik yang memanjang di Samudera Hindia mulai dari Pulau Sumatra, Pulau Jawa, hingga ke Irian Jaya. "Makanya pulau yang terlewati oleh lempengan itu berpotensi terhadap terjadinya gempa tsunami termasuk Pulau Jawa, ya termasuk Jawa Barat bagian selatan ini," katanya di Bandung, Senin (27/12/2004).

Namun menurut Gatot, kalaupun terjadi gempa dan tsunami di Jabar Selatan ini tidak terlalu mengkhawatirkan mengingat pantainya terjal dan tidak padat penduduk seperti di pantura. "Mulai dari Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasik, Ciamis berpotensi namun tidak erlalu mengkhawatirkan mengingat di wilayah itu pantainya terjal," katanya.

Sementara itu, saat jumpa pers tentang penyebab gempa Aceh di BPPT Jakarta, Senin (27/12), Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (P3TISDA) BPPT, Dr. Yusuf Surachman Djajadihardja mengemukakan, saat dirinya melakukan pemetaan dasar laut (batimetri) pada 2002, ditemukan adanya indikasi atahan Sumatra yang memanjang hingga Laut Hindia sepanjang 300 kilometer.

Patahan itu masuk wilayah selatan Jabar, seperti Sukabumi, Ujung Genteng, dan Panaitan (Banten). "Ujung patahan ini belum memotong palung, tapi masih aktif. Jaraknya sekitar 30 kilometer. Topografi dasar laut di sana, terdapat gunung dan lembah. Perbedaan antara gunung dan lembah (palung) sekira 2500 meter. Seandainya ujung patahan itu memotong palung, bisa dibayangkan gunung yang setinggi 2500 meter runtuh. Yang terjadi adalah tsunami yang sangat dahsyat. Jabar selatan bisa habis," kata Yusuf.

Untuk mengantisipasinya, ujar sarjana Geofisika dan Meteorologi ITB ini, bisa dipasang radar berfrekuensi tinggi (HF Radar). Radar ini bisa memberikan peringatan dini bila terjadi gempa atau gerakan di bawah tanah dengan radius 400 kilometer. "Jabar harus dilengkapi HF Radar mengingat daerahnya rawan terjadi gempa. Daerah sepanjang Jawa dan Sumatera adalah tempat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia sehingga potensial terjadi gempa. Sebab pergeseran lempeng itu antara 7,5 - 8,2 sentimeter pertahun," ujar Yusuf.

Demikian berita penting dari Harian Pikiran Rakyat sekitar dua tahun lalu, yang perlu kita catat. Bahwa, ternyata sudah ada peringatan dini yang sudah diperkirakan oleh para pakar gempa di Indonesia. Entah mengapa peringatan itu tidak ditindaklanjuti dengan baik oleh Pemda Jabar. Lalu, terjadilah bencana dahsyat berupa gempa dan tsunami yang memakan korban lebih dari 500 jiwa. Dibandingkan dengan gempa Yogya, tentu saja, dampak sosial dari gempa dan tsunami di wilayah Jabar dan Jateng ini masih jauh lebih kecil. 

Namun, yang menjadi peringatan penting adalah bahwa gempa dan tsunami sudah mulai merambah Pulau Jawa. Meskipun kekuatan tsunami kali ini masih jauh dibandingkan dengan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, secara psikologis, tsunami ini sudah mulai menghentakkan kawasan padat penduduk di Pulau Jawa. Pada Rabu, 19 Juli 2006, penduduk Jakarta juga sudah merasakan gempa yang terjadi di Selat Sunda. 

Sebagian kalangan kini mempersoalkan, mengapa peringatan dini tentang terjadinya gempa dan stunami tidak diindahkan. Ini baru peringatan manusia. Inilah sikap kebanyakan manusia. Mudah lupa dan tidak peduli dengan masa depannya, karena terjebak hal-hal yang melenakan. Tontonan sepak bola Piala Dunia selama sebulan telah melenakan begitu banyak manusia. Banyak media massa yang lebih asyik menyiarkan hal-hal yang ‘menghibur’ ketimbang mendidik. Tayangan-tayangan infotainmen dan hiburan di televisi sudah begitu mendominasi aktivitas manusia. 

Tapi, ini baru pelajaran kecil di dunia. Sebagai Muslim, kita perlu mengambil hikmah tentang semua peristiwa ini. Melalui Al-Quranul Karim, Allah sudah memperingatkan akan datangnya Hari Akhir; akan tibanya satu hari pembalasan; dimana seluruh amal manusia diperhitungkan, ditimbang, dan dimintai pertanggungjawaban. Namun, manusia banyak yang bersikap aneh. Bukannya memperhatikan sungguh-sungguh signal dan peringatan dini dari Allah itu, dan kemudian sibuk menyiapkan masa depannya di akhirat, tetapi justru asyik membangun istana dan mengumpulkan kekayaan di dunia, seolah-olah harta bendanya akan mengekalkan dia di dunia. Banyak yang malas beribadah dan beramal untuk akhirat, padahal itulah tempat tinggal manusia yang abadi. 

Kita berdoa semoga bencana demi bencana di negeri kita, mampu menyadarkan manusia Indonesia untuk melakukan introspeksi, dan segera bertobat, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Secara akal, manusia harus berusaha keras untuk mencegah atau melakukan upaya-upaya untuk meminimalkan jumlah korban yang mungkin ditimbulkan dari satu bencana. Sistem peringatan dini terhadap gempa seyogyanya sudah mulai dipasang untuk daerah-daerah yang rawan tsunami. Inilah kewajiban manusia untuk berikhtiar sesuai dengan ilmu yang mereka miliki. 

Akan tetapi, disamping itu, manusia, khususnya kaum Muslim, pun diwajibkan untuk melakukan ikhtiar yang lebih. Setiap muslim yakin bahwa apapun yang musibah atau bencana menimpa mereka, tidak akan terjadi kecuali dengan izin Allah SWT. Dalam Al-Quran disebutkan, bahwa (yang artinya):

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan upaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. dan Barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) Maka Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Al-Hadid:22-24)

Hidup di dunia ini adalah semata-mata menjalani ujian demi ujian, baik berupa kesenangan maupun berupa kesedihan. Senang dan susah datang silih berganti. Tidak ada manusia yang selama hidupnya senang terus, atau susah terus-menerus sepanjang hayat. Sesekali tersenyum, tertawa, sesekali juga sedih dan menangis. Saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tsunami di Pantai Selatan Jawa kali ini pun menanggung beragam uka, mulai kehilangan sanak saudara sampai dengan harta benda. Setiap datang bencana kita hanya dapat berucap, pasti ini datang dari Allah SWT. Tidak mungkin bencana ini terjadi di luar izin Allah SWT. Kita hanya berusaha mengambil hikmah dari ujian, teguran, atau mungkin hukuman (azab) yang diberikan Allah kepada kita. 

Manusia seyogyanya sadar bahwa di mana pun dia berada, kematian akan selalu mengintai. Sungguh menyedihkan jika berbagai peringatan tentang akan datangnya sunami di Pantai Selatan Jawa itu sudah disampaikan jauh sebelumnya, masih ada manusia-manusia yang mengumbar maksiat di lokasi-lokasi tersebut. Kita sungguh tidak habis pikir, bagaimana manusia bisa begitu berani melawan Allah yang menciptakan mereka dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Setelah mendapatkan peringatan dini tentang tsunami tersebut, penduduk Pulau Jawa – termasuk Jakarta – harusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak lagi bermain-main dengan dosa dan maksiat. 

Baru-baru ini kita dibuat tercengang, bagaimana media massa di Indonesia dengan gegap gempita menyiarkan satu acara Kontes Waria di Jakarta Timur, yang dihadiri seorang mantan Presiden RI yang biasa dipanggil kyai haji. Untuk apa kontes semacam itu diadakan? 

Lihatlah di berbagai stasiun TV saat ini, betapa banyak perilaku-perilaku yang mempermainkan batas-batas larangan Allah. Wanita-wanita begitu banyak yang berlagak seperti laki-laki, sedangkan laki-laki juga bergaya dan berpakaian seperti wanita. Padahal perilaku seperti itu jelas-jelas dilarang Rasulullah saw. Allah melarang manusia mendekati zina, tetapi promosi pergaulan bebas dan pengumbaran aurat wanita menjadi semakin liar. 

Di masa lalu, masih banyak yang protes terhadap pengiriman wakil Indonesia ke Kontes Miss Universe. Tahun ini, pengiriman putri Indonesia ke ajang ratu sejagad itu seperti sudah dianggap hal biasa. Yang protes terhadap masalah itu akan dipojokkan habis-habisan oleh banyak media massa di sini. 

Rasulullah SAW bersabda: 
"Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah atas mereka sendiri". (HR Thabrani dan Al Hakim). 

Dalam soal homoseksual, Allah sudah memperingatkan: “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang Amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu". (QS al-Ankabut:28).

Rasulullah saw juga memperingatkan: 
“Barangsiapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.” (HR Ahmad). 

Di zaman seperti ini, para ulama yang masih berpegang teguh kepada ajaran-ajaran Islam, akan menghadapi tugas yang makin berat. Ucapan mereka tidak didengar. Fatwa mereka dikecam, dicap sebagai fatwa kuno, ketinggalan zaman, dan sebagainya. Yang lebih berat, diantara yang mengecam para ulama itu juga dari kalangan ulama jahat (ulama su’), yang sudah memperjualbelikan agama dengan harta benda dunia. Atau ulama-ulama ulama yang keliru ilmunya, tetapi sudah terlanjur diberi gelar ulama atau cendekiawan, dan tak jarang juga berposisi sebagai pemimpin atau tokoh satu organisasi atau lembaga pendidikan tinggi, sehingga mereka bukannya mengajarkan ilmu yang benar, tetapi justru menyebarkan ilmu-ilmu yang salah untuk menyesatkan manusia. Yang baik dikatakan buruk; yang buruk dipromosikan sebagai kebaikan.

Para ulama yang baik, para ulama pewaris Nabi, tentu saja tidak boleh menyerah dan melemah dalam semangat dakwah dan beramar ma’ruf dan nahi munkar. Mereka harus tetap giat mengingatkan masyarakat agar tetap berpegang kepada ajaran-ajaran Allah, bagaimana pun beratnya. Mereka tidak boleh berputus asa. Sebab, adanya aktivitas amar makruf nahi munkar itu dapat menjauhkan masyarakat dari bencana. Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin, bab Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Imam Ghazali mengutip satu hadits Rasulullah saw: “Tidaklah dari suatu kaum yang berbuat maksiat dan di kalangan mereka da orang yang mampu mencegah atas mereka, lalu dia tidak melakukannya, melainkan hampir-hampir Allah meratakan mereka dengan azab dari sisi-Nya.” (HR Abu awud, Tirmidzi, dan Ibn Majah). 

Selain melakukan berbagai ikhtiar ilmiah, untuk menghindarkan diri dari bencana, kita juga diajarkan untuk berdoa kepada Allah SWT dan banyak-banyak bershadaqah. Kita harus berusaha keras memberantas kemusyrikan dan kezaliman. Sudah saatnya kita berdoa dengan sungguh-sungguh, pagi, siang dan malam, agar kita terhindar dari bencana dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang shalih. Amin. swaramuslim.com

Islam Bola : Ketika Franch Ribery Menjadi Muslim


Ribery hanya diketahui berpindah agama setelah dia bermain untuk klub Galatasari di Turki. Usai pembukaan Piala Dunia 2006, nama Franch Ribery menjadi buah bibir. Bukan tentang kehebatannya menggiring atau menendang bola, bidang yang membesarkan namanya. namun tentang kebiasaannya menengadahkan tangan saat berdoa, khas Muslim. Saya berharap dia berpikir lurus dan kembali ke agamanya yang lama, tulis seorang penggemar fanatiknya di papan dialog situs Islamonline.net. 


Ribery sendiri tidak menyangka tindakannya menadah tangan memohon kepada Tuhan, dinilai miring sebagian orang. Bagi pria berusia 23 tahun ini, kepercayaan barunya itu adalah hal pribadi dan bukan konsumsi publik. Itu sebabnya, dia selalu menolak wawancara yang menggiringnya pada pertanyaan mengapa dia berpindah agama. Bahkan ia pernah agak keras memperingatkan paparazzi untuk tidak mendesaknya dengan pertanyaan menyangkut hal yang paling pribadi itu. 

Ribery memang seorang mualaf. Pria kelahiran 1 April 1983 ini menjadi Muslim setelah menyunting Wahiba Belhami, Muslimah asal Maroko yang telah mengahdiahinya seorang putri yang manis, Hizya, yang lahir 18 Juli tahun lalu. Ribery hanya diketahui berpindah agama setelah dia bermain untuk klub Galatasary di Turki selama setahun dan membantu klub itumemenangi Piala Turki pada 2005. Ia mempunyai nama hijrah Bilal. 

Berita mengenai Ribery memeluk Islam pertama kali dibedah oleh Majalah Express awal tahun ini. Majalah inipun tidak menyebut namanya dan hanya menyatakan seorang pemain sepak bola kebangsaan Perancis. Si pemain, tulis majalah ini, sering dilihat pergi ke masjid, di selatan Marseille. 

Di Prancis sendiri, jumlah Muslim memang terus membengkak. namun kebanyakan mereka menyembunyikan jati diri kemuslimannya karena kentalnya stereotip yang melekatkan Muslim dengan terorsime. 

Sebetulnya, bukan Franck Ribery saja Muslim yang turut berlaga di Piala Dunia 2006 lalu. Selain para pemain Arab Saudi, Iran, dan Tunisia, rekan sepasukannya, Zinedine Zidane juga beragama Islam. 

Swedia pula mempunyai dua pemain Muslim dalam timnya, yaitu Zlatan Ibrahimovic dan Rami Shaaban. Zlatan lahir dalam keluarga imigran Bosnia-Herzegovina yg berpindak ke Malmo, Swedia, dan Rami adalah campuran Mesir dan etnik Finland.

Belanda juga memiliki dua pemain beragama Islam, Robin van Persie dan Khalid Boulahrouz. Persie. Robin menjadi Muslim setelah menikahi wanita cketurunan belanda-Maroko, Bouchra. 

Pantai Gading juga memiliki dua pemain kakak beradik yang beragama Islam, yaitu Kolo Toure dan Yaya Toure. Kolo bermain di posisi pertahanan dan Yaya di tengah. Yaya kini bermain untuk klub Greece, Olympiakos, dan prestasinya mencuri perhatian beberapa klub bergengsi, antara lain Manchester United, Chelsea, dan AC Milan. 

Media Islam, antara lain Islamonline, menduga, kebiasaannya berdoa itulah yang dicibir publik. Padahal sebagai seorang Muslim, dia hanya tengah berdoa sebagaimana seharusnya, tulis mereka. 

Kapten Zinedine Zidane atau Zainuddin Yazid Zidane juga seorang Muslim. Begitu juga bekas pelatih Prancis dan Jepang, Philippe Troussier, yang memeluk Islam setelah menikahi seorang Muslimah bernama Dominique. Namun mereka tidak menunjukkan keislamannya seperti Ribery menunjukkannya. 

Namun bagi Muslim Prancis, Ribery menjadi ikon baru. Steve Bradore, aktivis Muslim Pransic, mengaku salut padanya. Menurut dia, sudah sepatutnya publik Prancis berbangga padanya. Dia adalah contoh yg membanggakan kami berdasarkan persembahan unik dan kesederhanaannya katanya kepada IslamOnline.net .

Ribery sendiri mau sedikit membuka muluttentang pilihan keyakinannya itu. Media lokal, Paris Match, menyebut bukan asal untuk menikahi pujaan hatinya dia berpindah agama. Kehidupannya turut berubah setelah dia menjadi penganut Islam. Salah satunya ditunjukkan dengan cara dia berdoa itu.

Islam adalah sumber kekuatan saya sama ada diluar atau di dalam padang permainan, katanya. Saya menghadapi masa-masa sulit dalam membina karier, dan saya mencari kedamaian jiwa dan akhirnya saya menemukan Islam

Tokoh Ulama Yusuf Qardhawi Mengajak Umat Islam Mengikuti HIzbullah Libanon


Dr. Yusuf Qardhawi, Ketua Forum Persatuan Ulama Islam, mengajak umat Islam untuk melanjutkan jihad melawan Zionis Israel. Tokoh ulama yang terkenal selalu mengikuti perkembangan dunia Islam itu juga menganjurkan agar kaum Muslimin bercermin dengan kelompok perlawanan Hizbullah di Libanon.


Seperti dikutip majalah As Sabeel, edisi 26 Agustus, Qardhawi mengatakan, “Kaum Muslimin memerlukan pejuang seperti pejuang Hizbullah di setiap tempat. Di Mesir, di Irak, di Yordania, di Yaman, dan di lokasi lainnya.” Qardhawi menambahkan bahwa hingga saat ini belum muncul keinginan bangsa Arab untuk berperang mengusir Israel dari tanah Palestina. “Apa yang diserukan pemerintah Arab saat ini dalam bentuk perdamaian, sebenarnya sama dengan seruan untuk menyerah,” kritiknya.

Menurut Qardhawi, kaum Muslimin wajib berperang melawan musuh Zionis Israel yang merampas tanah Islam. Ia mengatakan, “Palestina adalah tanah seluruh kaum Muslimin.”

Terkait dengan Hizbullah Libanon yang mewakili aliran Syiah, Qardhawi menegaskan, “Syiah mempunyai metode dan sejumlah perselisihan dengan kami kaum sunni. Tapi sekarang bukan saatnya untuk meruncingkan masalah perbedaan itu.” Dalam kutipan perkataan Qardhawi di majalah As Sabeel tersebut, Qardhawi kembali menyerukan kaum Muslimin yang bisa mempercepat pembayaran zakat selama satu tahun mendatang, agar segera dikeluarkan untuk kemaslahatan perlawanan kaum Muslimin di Libanon yang dalam kondisi sangat membutuhkan. “Perlawanan Hizbullah di Libanon melawan Israel adalah jihad yang legal secara syariat. Perlawanan itu adalah perlawanan paling mulia di muka bumi, di samping perlawanan yang dilakukan saudara-saudara kita di Palestina. Kaum Syiah adalah bagian dari umat Islam, dan wajib bagi setiap Muslim untuk mendukung perlawanan yang sedang mereka lakukan terhadap Zionis Israel,” imbuhnya.

Qardhawi menegaskan, bahwa perlawanan yang dilakukan terhadap Israel, baik di Palestina maupun Libanon sama kedudukannya, tanpa perlu memandang bahwa Hizbullah Libanon beraliran Syiah. “Mereka sekali lagi adalah bagian dari kaum Muslimin karena mereka mengucapkan Laa ilaaha illallah. Dan mereka banyak sejalan dengan kita dalam sejumlah masalah prinsip. Meskipun ada beberapa perbedaan dalam masalah cabang,” kata Qardhawi.

Qardhawi memuji prestasi perang yang dilakukan Hizbullah karena perlawanan mereka bisa membersihkan tanah Islam dari penodaan Zionis Israel. Kebanggaan Qardhawi terhadap perlawanan Libanon juga termasuk sikap mereka yang mampu menculik tentara Zionis Israel sehingga menaikkan posisi tawar pembebasan ribuan kaum Muslimin yang berada di tahanan Zionis Israel.