ISLAMI BOOK

10 Cara Paling Cepat Menghafal Hadits Seperti Para Ulama

Menghafal hadits tidaklah seperti menghafal rumus matematika, kimia ataupun bidang ilmu keduniaan lainnya, melainkan menghafal hadits memiliki cara yang telah dijelaskan oleh para ulama hadits terdahulu maupun ulama kontemporer. Cara menghafal hadits dibedakan dengan menghafal disiplin ilmu lainnya disebabkan kemuliaan yang ada pada ilmu ini karena Hadist ini berasal dari langit ke tujuh melalui lisan Nabi Shallalaahu ‘alaihi wasallam, Allah mengatakan : tidaklah (Muhammad) berbicara dengan hawa nafsunya melainkan karena wahyu yang diwahyukan kepadanya[1].

Dibawah ini merupakan hal – hal atau cara – cara yang bisa membantu anda untuk menghafal hadits Rasulullah :
  
1.   Memperbagus Niat
Niat yang baik dalam menghafal hadits sangatlah membantu untuk menghafal hadits Rasulullah karena dengan niat yang ikhlas seseorang akan memperoleh berkah dalam ilmunya.

Imam Al-Khatib membawa atsar dari Ibnu Abbas yang mengatakan : “sesungguhnya orang itu mampu menghafal tergantung dengan niatnya”[2]

Ma’mar Bin Rosyid Berkata : “Orang yang menuntut ilmu selain Allah ilmu tidak akan menghampirinya sampai dia (berniat menuntut ilmu) karena Allah.”[3]  Maksudnya anda tidak paham terhadap suatu ilmu sampai niat anda benar – benar Ikhlas

2.   Menjahui Maksiat
 Abdullah bin Mas’ud mengatakan : “saya menyangka bahwa orang yang lupa terhadap suatu  ilmu disebabkan oleh dosa yang telah ia perbuat.”[4]
Imam Syafi’I mengatakan : “saya mengeluhkan jeleknya hafalanku kepada waqi’ , dia membimbingku agar aku meninggalkan maksiat, dan dia mengatakan bahwa ilmu itu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang berrmaksiat.”

3.   Mengamalkan Hadits yang Telah dihafal
Sufyan At-Tsauriy mengatakan : ”Ilmu itu memanggil untuk diamalkan, kalau dia tidak menjawab panggilan ilmu, ilmu itu akan pergi.”[5]
Imam Waqi’ mengatakan : “kami membantu hafalan kami dengan mengamalkannya.”

4.   Mencari waktu yang tepat untuk menghafal
Setiap orang memiliki kesibukan yang berbeda,ada yang kerja malam untuk mencari nafkah dan ada yang kerja diwaktu pagi hari.  Setiap orang memiliki potensi untuk menghafal hadits yang mulia dari Rasulullah, namun waktu yang bagus untuk menghafal sangatlah penting agar kita dapat menggunakan tenaga yang sedikit dan dapat memperoleh hafalan maksimal yang kita inginkan

Orang yang telah berpengalaman dalam menghafal hadits mengatakan bahwa waktu yang paling baik dalam menghafal dalah waktu: malam, shubuh, dan mereka mengkhusukan waktu menghafal pada akhir malam yaitu pada waktu sahur dengan syarat dia telah tidur pada awal waktu malam

Al-Khotib Al-Baghdadiy mengatakan :”sesungguhnya mereka(ulama)  memilih untuk menela’ah pada malam hari disebabkan hati mereka dalam keadaan kosong (dari kesibukan duniawiy) dan ketika hati kosong maka menghafal akan lebih cepat
Isma’il bin Uwais mengatakan : “jika engkau berkeinginan untuk menghafal sesuatu, maka tidurlah kemudian bangunlah pada waktu sahur, kemudian nyalakannlah lampu, lalu hafalkanlah (yang enkau ingin hafal) , engkau tidak akan lupa Insya Allah.[6]

5.   Manfatkanlah Masa Mudamu
Masa muda adalah masa keemasan untuk menuntut ilmu dan mengafalkannya,  salah satu perkataan Hasan Al-Basri yang cukup populer :“menuntut ilmu hadits tatkala kecil bagaikan mengukir diatas batu”  yaitu ketika seorang mengukir diatas batu maka ukirannya itu akan terus menempel dan lama hilang, beda dengan ketika ia menghafal hadits dalam keadaan umur sudah tua, sebagaimana dipermisalkan : “menuntut ilmu diikala tua bagaikan mengukir di sungai”  tentu orang yang mengukir disungai akan sangat cepat hilang. Oleh karena itu para salaf senantiasa menyuruh anak – anak mereka untuk bersegera ke majelis hadist sampai Abdullah bin Daud mengatakan: “seharusnya seseorang memaksa anaknya untuk mendengarkan hadits.”[7] ‘Alqomah bin Qois Annakho’I menuturkan “ketika saya menghafal pada waktu muda seakan –akan hafalan yang saya miliki seperti melihat kertas (yang didalamnya ada yang dihafal)” maka pergunakanlah masa mudamu untuk menghafal

6.   Memilih Tempat yang Cocok Untuk Menghafal
Tempat yang paling bagus menghafal ialah tempat yang jauh dari keramaian, tempat yang tenang, jauh dari  jalan raya, maka janganlah engkau duduk di taman untuk untuk menghafal karena disana banyak orang yang lewat, begitu juga jangan menghafal di Mall atau di pasar akan tetapi menghafallah di kamarmu atau di masjid.

7.   Mengeraskan Bacaan yang mau dihafal
Mengeraskan bacaan dalam menghafal sangat membantu untuk lebih cepat hafalan masuk ke otak , karena setiap anggota badan yang bekerja dalam menghafal, seperti mata focus melihat ke kertas hafalan, lidah yang mengucapkan hafalan dan telinga dipakai mendengar suara kita maka hal itu lebih cepat dalam menghafal

8.   Memperkuat Hafalan dengan Banyak Mengulang
Ibnul Jauzi Mengatakan : Metode untuk memperkuat hafalan dengan banyak mengulang, dan manusia bertingkat – tingkat dalam hal menguatkan hafalan, ada orang yang hafalannya kuat dengan sedikit mengulang ,  ada pula orang yang belum hafal sampai dia memperbanyak pengulangan, dahulu Abu Ishaq Asyirozi mengulang pelajaran sampai 100 kali, telah mengtakan kepada kami seorang Ahli fiqih Hasan bin Abi Bakr An-Naisaburiy:  saya tidak bisa hafal sampai saya mengulangi 50 kali, dan telah mengisahkan kepada kami  Hasan bahwa Ahli Fiqih banyak mengulang pelajaran di rumahnya, saking banyaknya beliau (Hasan) mengulang pelajaran di rumahnya. Sampai nenek yang tinggal di rumahnya mengatakan : “Demi Allah, saya telah hafal!, kemudian hasan mengatakan : “Ulangilah”, maka nenek tersebut mengulanginya, setelah lewat  beberapa hari , Hasan mengatakan : “wahai orang tua ulangilah apa yang engkau dahulu hafal” maka dia mengatakan: “saya sudah tidak menghafalnya”  maka Hasan mengatakan : “saya senantiasa mengulangi hafalanku agar aku tidak lupa sepertimu[8]

9.   Menjaga Hafalan dengan senantiasa melihat hafalan dan mengulanginya pada waktu yang berbeda
Hafalan walaupun kuat jika tidak pernah di ulangi maka pasti lupa, lupa adalah sifat manusia yang diciptakan padanya sejak ia lahir dan ilmu itu bisa kuat dengan seberapa kuat ia mengulangi hafalannya, telah dikatakan kepada Al-Asma’I : “bagaimana engkau masih hafal sedangkan temanmu yang lain lupa” beliau menjawab : “saya selalu mempelajarinya dan teman saya meninggalkannya .”
Seorang Tholibul ‘Ilmi harus memuat jadwal untuk mengkhususkan waktu akhir pekan satu hari untuk mengulangi hafalan yang Ia hafal dalam sepekan, begitu pula menjadikan akhir bulan 1 hari atau 2 hari untuk mengulangi hafalannya dalam 1 bulan dan pada akhir tahun mengkhususkan waktu 1 pekan atau 2 pekan untuk mengulangi semua pelajaran dan hafalan yang ia hafal dalam waktu 1 tahun

10.     Saling Belajar Bersama Teman
Belajar bersama teman dan saling bertanya tentang Ilmu akan lebih memperkuat ilmu yang ada pada diri kita maupun mengingatkan teman yang mungkin dia lupa terhadap suatu ilmu. Dan saling bertanya ilmu kepada teman merupakan salah satu wasilah untuk saling berlomba – lomba dalam memperkuat keilmiyahan kita.
Berkata beberapa ulama’ salaf : “menghidupkan hadits dengan saling mengingatkan[9]
Dan saling mengingatkan dan bertanya kepada teman terhadap suatu ilmu sangat bermanfaat tatkala mendekati waktu ujian, betapa banyak ilmu yang saya ambil ketika ada beberapa teman yang bertanya kepada saya dan saya tidak bisa menjawabnya dengan begitu diri ini terpacu untuk mencari jawaban, bukankah ini bermanfaat?
Dari manfaat saling mengingatkan atau saling bertanya pelajaran kepada teman memiliki beberapa faidah : memberikan faidah kepada penuntut ilmu antara satu dengan yang lainnya,  mendapatkan pahala dengan mengajarkan ilmu,  dapat memacu diri untuk mencari suatu masalah yang belum diketahui, dsb..
Abdullah bin Mubarok mengatakan : “manfaat pertama orang yang menyampaikan  hadits adalah memberikan manfaat antara satu dengan yang lainnya”[10]
Imam Malik megatakan : “barokah hadist adalah memberikan faidah antara satu dengan yang lainnya”.


[1] . An-Najm 3- 4
[2] Al-jami’ lil Khotib (1843)
[3]. Al-madkhol ila sunani lil baihaqi (519)
[4] . Al-jami’ lil Khotib (1846)


[5].  Jami’ul bayan Al’ilmi libni Abdil Barr (1286)

[6] .Al-Jami’ul Al-Khotib (1872)
[7] .Syarfu ashabil hadist (137-139)
[8] Alhatsu ‘ala hifzi al’ilm libni Al-Jauziy (48-49)
[9] Al-Jami’ lil Khotib
[10] Al Jami’ lil Khotib (885)

Rujukan :

نصائح منهجية لطالب علم السنة النبوية

Rumus Paling Enteng Menghafal Al-Qur'an


Ahmad, seorang santri Darul Ilmi Cendekia penasaran dengan jumlah juzu’ yang dihafalkan temannya. Alih-alih menjawab pertanyaan itu, sang hafidz hanya berkata, “[Ini] privacy,” katanya sambil tersenyum.


Namun rasa ingin tahu Ahmadd menyeretnya pada sebuah momen haru, saat ia mendapatkan informasi dari kawannya bahwa sang hafidz sudah hafal 30 juz. Tabaarakallah, sungguh tawadhu saudara kita yang baru berusia 20 tahun (tahun 2011) ini. Entah dari umur berapa dia hafal Al-Qur’an.


Dari keterharuan dan rasa iri yang positif itu, Ahmad beroleh hikmah bahwa, kita harus belajar melihat orang lain sebagai inspirasi, bukan pembanding, apalagi sebagai saingan dalam arti negatif.

Menurut Thiffal Izzah Ramadhani yang menceritakan keteladan sang hafidz bahwa, adik sang hafidz juga sudah hafal Al-Qur’an dari kecil. Yang -atas kemudahan dan kemurahan Allaahu Ta’ala- berperan besar mengantarkannya untuk masuk ke dalam agama Islam, agama yang paling mulia ini. Subhanallaah.

“Adiknya yang bernama Syafa itu hafal Al-Qur’an kurang lebih sejak umur 6 TAHUN,” ujar sang muallaf.

Allahu akbar, ternyata kisah anak usia 6 tahun hafal Al-Qur’an itu bukan hanya ada di zaman Imam Syafi’i. Sang muallaf akhirnya mulai tahu juga bahwa salah satu standar (bukan satu-satunya) seorang penuntut ilmu adalah dilihat dari seberapa jauh interaksinya dengan Al-Qur’an.

Istimewa sekali bukan? Seseorang ternyata bisa memperoleh kekuatan, kemapanan, dan kemudahan dari Allah Ta’ala dalam hafalan, terutama hafalan Al-Qur’an. Apalagi di usia muda belia. Lebih-lebih lagi kalau masih kecil imut.

Dari kebiasaan sang hafidz menghafal Qur’an, didapati beberapa cara berikut yang bisa kita terapkan dengan mudah. Insyaa Allah.

Misalnya anda menghafalkan sebuah surah dalam Al-Qur’an yang terdiri atas 6 ayat, bagi saja surah tersebut menjadi dua bagian, masing-masing 3 ayat.

3 ayat pertama diulang-ulang 20x, 3 ayat kedua diulang-ulang 20x. Jika sudah selesai, lalu 6 ayat tersebut digabung dan diulang sebanyak 20x. Teruskan begitu untuk surah-surah yang selanjutnya. Lihat gamba diatas agar lebih mudah dipahami.



Lantas bagaimana cara menambah hafalan pada hari berikutnya?

Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga. Hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

Lalu bagaimana cara mengulang Al-Qur’an (30 juz) setelah menyelesaikan muraja’ah di atas?




Mulailah mengulang Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian, anda akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an setiap dua minggu sekali. Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insyaa Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.



Apa yang dilakukan setelah menghafal Al-Qur’an selama satu tahun?

Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah Al-Qur’an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam semasa hidupnya. Beliau membagi Al-Qur’an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah berkata, “Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi Al-Qur’an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawa, “Kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat Qaaf hingga khatam (Al-Qur’an).” (HR. Ahmad).

Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:

Hari pertama: membaca surat “Al-Fatihah” hingga akhir surat “An-Nisa'”,

Hari kedua: dari surat “Al-Maidah” hingga akhir surat “At-Taubah”,

Hari ketiga: dari surat “Yunus” hingga akhir surat “An-Nahl”,

Hari keempat: dari surat “Al-Isra'” hingga akhir surat “Al-Furqon”,

Hari kelima: dari surat “Asy Syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”,

Hari keenam: dari surat “Ash-Saffatt” hingga akhir surat “Al-Hujurat”,

Hari ketujuh: dari surat “Qaaff” hingga akhir surat “An-Naas”.

Para ulama menyingkat wirid Nabi dengan Al-Qur’an menjadi kata, ” Fami bisyauqin ( فم ي ب شوق ) “, dari masing-masing huruf tersebut menjadi simbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya, maka:

huruf “fa” simbol dari surat “Al-Fatihah”, sebagai awal wirid beliau hari pertama,

huruf “mim” simbol dari surat “Al-Maidah”, sebagai awal wirid beliau hari kedua,

huruf “ya” simbol dari surat “Yunus”, sebagai wirid beliau hari ketiga,

huruf “ba” simbol dari surat “Bani Israil (nama lain dari surat al isra)”, sebagai wirid beliau harikeempat,

huruf “syin” simbol dari surat “Asy Syu’ara”, sebagai awal wirid beliau hari kelima,

huruf “wau” simbol dari surat “Wa Shaffat”, sebagai awal wirid beliau hari keenam,

huruf “qaaf” simbol dari surat “Qaaf”, sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat “An-Naas”.

Bagaimana cara membedakan antara bacaan yang mutasyabih (mirip) dalam Al-Qur’an?

Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf, lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya. Kemudian, buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan muraja’ah hafalan perhatikan perbedaan tersebut. Ulangilah secara terus-menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

Sumber: arrahmah.com

kisah nyata : perselingkuhan sang hafidzah


Fulan, sebut saja demikian, sangat berbahagia dengan pernikahannya. Semua terasa indah dalam cinta yang penuh keberkahan, pernikahan. Kedua anak Adam ini bisa memadu kasih dengan pujaan hatinya, tanpa batas, sepanjang waktu. Bahkan, apa yang mulanya haram dan menjijikkan, setelah akad nikah menjadi ibadah unggulan, kegemaran Nabi dan orang shalih, cicipan nikmat surga, terganjar sedekah, dan menjadi sarana kelangsungan generasi.

Bahagia semakin penuh ketika cinta keduanya membuahkan anak. Empat orang. Lucu-lucu, baik-baik, shalih/shalihah. Alhamdulillah, Allah Ta’ala memang tak pernah ingkar janji. Dia memberikan keberkahan kepada siapa yang menikah karena-Nya.

Tetapi memang, setan tidak akan pernah ridha dengan kebaikan yang dilakukan oleh anak Adam. Setan dan bala tentaranya akan mengerahkan semua kemampuan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan yang berujug neraka. Maka, mereka pun menyusun makar untuk memisahkan kedua insan yang tengah memadu kasih ini.

Mulanya via jejaring sosial. Si istri terhubung dengan teman-teman sekolahnya. Mulai sekolah tingkat menengah hingga teman-teman kuliahnya. Hingga, “Mas,” ujarnya suatu ketika, “aku ingin bekerja. Bosan di rumah.” Apalagi, si wanita ini memang lulusan sarjana. Pikirnya, mubadzir jika sarjana hanya di rumah, mengurus anak dan suami.

Mulanya pula, sang suami tidak mengizinkan. Sebagai imam, suami masih bisa mencukupi kebutuhan hidup satu istri dan anak-anaknya. Tetapi, lama-kelamaan, karena kasihan melihat istrinya bosan di rumah, ia pun memberikan izin kepada bidadarinya itu untuk keluar rumah. Bekerja.

Dari sanalah petaka bermula. Kenal banyak orang. Bertemu dengan teman-teman masa sekolah dan kuliahnya. Sering berinteraksi dengan lawan jenis atas nama urusan kantor. Hingga…

Sang suami mendapat panggilan via telepon genggamnya. Dari pihak keamanan. Dia diminta segera menghadap. Ada urusan amat penting. Meski bingung, sang suami bergegas. Di tengah perjalanan, pikiran dan hatinya sibuk menerka-menerka. Pikirnya, ia tak pernah melanggar hukum. Semuanya keluarganya juga baik-baik.

Bagai disambar petir di malam gulita, ia melihat istrinya di sebuah sudut penjara. Sosok yang amat dibanggakannya itu menangis. Lalu berlari, setelah dikeluarkan setelah dikeluarkan dari penjara, menghampiri suaminya. Diciumlah kaki sang imam dalam rumah tangganya itu.

Di sudut lain, ia melihat lelaki yang lebih tampan, gagah, dan tinggi dibanding dirinya. Menyesakkan dada. Menyayat hati. Lelaki itu dan istrinya digrebek di sebuah hotel. Entah, apa yang terjadi di kamar penuh laknat itu.

Maka sepulangnya, meski amat berat. Ia mantap jatuhkan cerai. Empat anaknya diasuh oleh sang suami. Pasalnya, setelah setahun masa perceraian, lelaki shalih yang mendapat ujian berat ini mengaku masih mengingat semua kenangan indah di rumah itu. Kenangan manis bersama pujaan hati yang menjadi cinta pertama.

La haula wa la quwwata illa billah. Na’udzubillah. Si istri bukan wanita sembarangan. Atas didikan suaminya, wanita yang tergelincir ini memiliki hafalan 56 surat dalam al-Qur’an. Na’udzubillahi minasy-syaithanir-rajiim.

Apakah Fenomena Seperti Ini Belum Bisa Menyadarkan Anda

Pernah berlaku di zaman Khalifah Bakar As-Sidiq terhadap seorang sahabat yang meninggal dunia. Setelah dimandi dan di kafankan, lalu diletakkan di satu sudut rumah untuk disholatkan. Semasa sholat hendak dimulakan, tiba-tiba mayat itu bergerak-gerak.

Tampillah seorang daripada mereka untuk menghuraikan ikatan kafan karena menyangka mayat itu masih hidup.

Tatkala kafan itu terbuka, alangkah terperanjatnya mereka karena mayat itu di lilit dan digigit oleh seekor ular.

Lalu mereka mengambil kayu untuk memukul ular tersebut.

Sekali lagi mereka terkejut karena ular itu mengucap dua kalimah syahadat serta berkata:
"Apakah sebabnya kamu hendak membunuhku?. Aku tidak bersalah dan tidak pula menyakiti kamu.

Aku hanya menjalankan perintah Allah menyiksa mayat ini sehingga Hari Akhirat".

Para hadirin bertanya : "Apakah yang menyebabkan mayat ini disiksa?"



Ular tersebut menjawab : "Mayat ini selama hidupnya telah melakukan tiga kesalahan yaitu :


Pertama : Ia mendengar azan tetapi tidak diindahkan malah tidak pula mengerjakan sholat.
Kedua : Ia tidak mengeluarkan zakat hartanya.
Ketiga : Ia tidak mau mendengar nasihat yang baik-baik dari para alim ulama'.

Itulah yang menyebabkannya disiksa sedemikian rupa."


Ya Allah..Kami Memohon pada Engkau , Ampunilah dosa-dosa kami ,terimalah amal ibadah kami, dan matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin ya Rabbal'alamiin.

Sekarang anda Mempunyai dua pilihan : 

1. Biarkan saja, dan abaikan saja artikel ini supaya orang lain tidak ikut membaca.

2. Membagikan artikel ini agar orang lain ikut membaca.



Sabda Rasulullah SAW

“Barang siapa Menunjukkan kepada Kebaikan. Maka ia memperoleh Pahala yang sama seperti yang melakukan atau mengamalkan Kebaikan itu.

SILAHKAN SHARE... !!!


Propaganda Hollocaust Oleh Rezim Zionis


Siapa bilang kisah pembantaian kaum Yahudi saat Perang Dunia II melulu bercerita soal air mata. Datanglah ke Teheran, Iran, bulan-bulan ini. Di Museum Seni Kontemporer Palestina di kota itu, boleh jadi gambaran hollocaust itu justru membuat kita tersenyum, bahkan terpingkal.

Sejak Selasa (15/8) kemarin, di gedung itu memang digelar pameran internasional kartun hollocaust. Direncanakan berlangsung sebulan penuh, setidaknya 204 karya kartun dari berbagai penjuru dunia dipamerkan di sana. 

''Kami menggelar pameran ini untuk mengetahui sejauh mana batas kebebasan ala Barat itu mereka yakini,'' kata Masoud Shojai, ketua Asosiasi Kartunis Iran, sekaligus ketua penyelenggara pameran tersebut, kepada kantor berita AFP. 'Mereka' yang dimaksud Masoud tentu saja dunia Barat, yang selama ini selalu mengusung dalih kebebasan untuk melanggar apa pun. Tak kecuali perasaan religius umat beragama lain. 

Mau contoh? Satu saja, kasus kartun Nabi Muhammad, yang marak awal tahun ini. Alih-alih mawas diri, dengan dalih kebebasan itu pula, sebagian kalangan di dunia Barat justru mempertanyakan reaksi umat Islam atas munculnya kartun tersebut. 

Tak perlu menunggu respons Barat, sebenarnya, karena Masoud sendiri sudah beroleh jawaban. ''Mereka bisa seenaknya menulis apa pun tentang Nabi kita. Tetapi, saat ada seorang saja mempertanyakan soal pembantaian Yahudi, dia malah didenda, bahkan dipenjara,'' Kata Masoud, menyindir. 


Ucapan itu merujuk perlakuan hipokrit Barat terhadap David Irving, sejarahwan Inggris yang tidak hanya kena denda atas sikapnya yang skeptis soal hollocaust, tetapi bahkan harus meringkuk di penjara. 

Tentang pameran sekaligus kompetisi kartun itu, Masoud sendiri menyatakan tidak bermaksud membantah cerita pembantaian orang-orang Yahudi di PD II tersebut. ''Kami hanya mempertanyakan, mengapa justru rakyat Palestina yang harus membayarnya?'' kata dia. 

Kompetisi kartun itu sendiri berlangsung di tengah hebohnya pemuatan kartun Nabi oleh harian Denmark, Jyland-Posten, awal tahun ini. Saat itu, Asosiasi Kartunis Iran menantang para kartunis dunia untuk menuangkan ide mereka seputar hollocaust. Hasilnya, tidak kurang dari 1.100 kartun dari 60 negara masuk ke dalam daftar panitia lomba. Dari jumlah itu, 204 kartun memenuhi syarat untuk ikut dipamerkan dan berpeluang memenangkan hadiah uang. Lumayan besar, yakni masing-masing 12 ribu, delapan ribu, dan lima dolar AS untuk juara satu, dua, dan tiga.

Satu di antara nominator kartun tersebut datang dari peserta asal Indonesia, Tony Thomdean. Dengan jenaka Tony menggambarkan Patung Liberty, Dewi Kemerdekaan, tengah menggenggam daftar korban hollocaust di tangan kiri, sementara tangan kanannya memberikan salut ala Hitler. ''Heil ...!''

''Kami datang kemari untuk belajar banyak tentang pembantaian yang menjadi dasar pendirian negara Israel itu,'' kata Zahra Amoli, seorang mahasiswi yang datang berombongan ke pameran tersebut. Hari pertama pameran tersebut, kemarin, dihadiri seratusan orang pengunjung. Dengan antusias mereka berkeliling, mengamati, dan tak jarang tersenyum simpul menyaksikan kartun-kartun tersebut. 

Sikap yang ditunjukkan masyarakat Iran akan hollocaust itu, tidak lepas dari sikap presiden mereka, Mahmud Ahmadinejad. Desember 2005 lalu, saat berpidato di Provinsi Sistan Baluchestan, Ahmadinejad menyatakan, Barat telah memosisikan mitos hollocaust itu melebihi keyakinan akan ketuhanan dan kenabian. ''Mereka menindak keras siapa saja yang meragukan mitos tersebut, namun membiarkan orang-orang yang mengingkari ketuhanan dan agama,'' kata Ahmadinejad, sebagaimana dikutip BBC, saat itu.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Ahmadinejad juga menyatakan, jika memang Barat sebagai pelaku pembantaian tersebut peduli dengan nasib bangas Yahudi, mengapa bukan sebagian wilayah Eropa, AS, Kanada, atau Alaska, yang diberikan kepada Israel sebagai tebusannya. 

''Mengapa justru rakyat palestina yang harus membayar?'' kata Ahmadinejad. Ucapan itulah yang kemudian dikutip Masoud, ketua panitia pameran itu. Dalam banyak hal, hollocaust memang telah menjadi barang dagangan Barat dan tentu saja, Israel. Klaim mereka bahwa selama PD II telah terjadi pembantaian atas sedikitnya enam juta Yahudi, membuat peristiwa itu selalu dihidup-hidupkan. Tidak hanya kamp-kamp penahanan Yahudi, khususnya Kamp Auschwitz, dijadikan museum. Lebih dari 250 museum didirikan di banyak negara untuk menyokong klaim tersebut. Untuk anak-anak sekolah, di AS dan Eropa sejak lama hollocaust menjadi salah satu bahan pelajaran. Untuk masyarakat awam, kurang apa dengan munculnya film-film yang terus memamah biak persoalan itu. 

Sedemikian gencarnya propaganda rezim Zionis soal hollocaust, sehingga kalangan Yahudi sendiri tak kurang yang merasa rikuh. Sejarawan Yahudi, Alfred M Lilienthal, bahkan dalam situsnya, http://www.alfredlilienthal.com,/ menyebut propaganda itu dengan hollocaust mania. Yang paling mutakhir, Tel Aviv bahkan kembali melakukan upaya mereka sejak lama, untuk menekan Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 27 Januari sebagai ''Hari Hollocaust''. 

Tidak hanya itu, seorang anggota Komite Pendataan Hollocaust AS-Polandia, Rana I. Aloy, menyatakan, dalam PD II, tidak hanya orang-orang Yahudi yang mengalami penderitaan. ''Korban paling banyak pada PD II justru adalah orang Rusia,'' kata Aloy. 

Klaim hollocaust juga tidak pernah menemukan dokumen pendukung. Bahkan, laporan Palang Merah Internasional dan perundingan sejumlah pejabat negara penentang Nazi, tak pernah disebutkan keterangan soal pembakaran orang-orang Yahudi oleh Nazi tersebut. 

Karena itu, tidak heran bila sejarawan Australia, Frederick Toben, pernah mengatakan bahwa Israel sepenuhnya dibentuk atas dasar kisah hollocaust. ''Karena hollocaust adalah kisah bohong, berarti Israel dibangun di atas kebohongan besar,'' kata Toben. Untuk itu, sebagaimana kemudian dialami David Irving, Toben juga mengalami pemenjaraan akibat kata-katanya itu. 

Itulah kebebasan ala Barat. Di Teheran, orang-orang Iran mencoba menertawakan hal itu.

Sejarah Nabi Muhammad Dan Bangsa Yahudi


Menilik sejarah Nabi Muhammad SAW dan bangsa Yahudi sepanjang 20 tahun masa kenabian, dipenuhi catatan bagaimana komunitas yang disebut sebagai bangsa kera itu selalu mendiskreditkan Islam dengan berbagai cara. 

Beberapa kali orang-orang Yahudi menghasut suku Aus dan Khazraj yang telah masuk Islam, dengan membangkitkan kembali dendam kesumat di masa Jahiliyah.

Di antara tekanan kaum Yahudi di Madinah adalah berpura-pura masuk Islam. Mereka juga mengada-adakan hal yang ditiadakan dalam Islam. Segolongan lain mencoba memojokkan Islam dengan memperdebatkan, menyebarluaskan prasangka, dan mencoba mengepung Islam dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, ''Apa itu Allah? Apa itu Ruh? Jika Allah menciptakan makhluknya, siapkah yang menciptakan Allah?''

Masih banyak pertanyaan tak masuk akal lainnya yang ditujukan guna mengembalikan umat Islam kepada kekufuran. Sewaktu umat Islam berperang melawan Quraisy di Perang Badar, orang-orang Yahudi mendesas-desuskan bahwa Nabi SAW mati terbunuh.

Setelah terbukti umat Islam yang menang, dan banyak tokoh Quraisy yang tewas, sejumlah tokoh Yahudi pergi ke Makkah. Mereka meratapi yang mati sambil menghasut suku-suku bangsa Arab agar memerangi Nabi SAW kembali.

Sesudah Perang Uhud di mana umat Islam kalah, Yahudi mencoba berkonspirasi lagi hendak membunuh Nabi SAW. Saat berada di kampung Bani Nadir guna merundingkan sesuatu, seorang di antara mereka naik ke atas membawa batu kisaran gandum dan hendak dijatuhkan ke kepala Nabi SAW yang tengah bersandar.

Namun, rencana busuk itu keburu diketahui Nabi SAW melalui wahyu yang dibisikkan malaikat. Beliau pun segera berdiri dan meninggalkan tempat itu sebelum makar jahat itu terealisasi. Atas berbagai kejahatan dan tipu muslihat licik tersebut, Nabi SAW pun bertindak tegas terhadap kaum Yahudi. Ultimatum dikeluarkan agar mereka keluar dari Madinah. Hukuman tegas ini dijatuhkan karena bangsa Yahudi telah mengingkari penjanjian nonagresi.

Kini kebencian masyarakat dunia tertuju kembali pada bangsa Yahudi akibat kebiadaban mereka di Lebanon dan Palestina. Sudah banyak rakyat Lebanon dan Palestina yang menjadi korban. Seseorang yang mati membela agama dan perintah-Nya, dia tak kehilangan sesuatu apa pun.

Sebaliknya, kehidupan yang indah namun fana di jalan Tuhan akan digantikan dengan hidup abadi yang lebih indah. ''Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.'' (QS Ali Imran [3]: 169). 

Kisah Piluh Memenuhi Harapan Sang Ibu


"Pada dasarnya manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam)" begitu yang pernah saya dengar dari seorang ustadz. Tapi, bagi saya, agama tak ubahnya bagai sebuah undian. Saya menyesal, mengapa dulu lahir sebagai anak ketiga. Sebab, sesuai perjanjian di antara kedua orang tua saya, anak pertama harus menganut Katolik, anak kedua Islam, anak ketiga Katolik. Begitu seterusnya, selang-seling. Saya sebagai anak ketiga, tentu harus beragama Katolik.

Di Kelurahan Buduran, Kec. Buduran, Sidoarjo (Jawa Timur), saya dilahirkan. Tepatnya, 28 September 1974. Nama lengkap saya adalah Xaverius Andrean Sulistyo. Ayah saya WNI keturunan Tionghoa, menganut agama Katolik. Sedangkan ibu, asli Jawa kelahiran Malang Jatim) dan beragama Islam. Kendati agama orang tua saya berbeda, namun keluarga kami cukup rukun dan harmonis. Setahu saya, mereka tak pernah ribut soal perbedaan agama. Dalam soal prinsip, saya salut pada mereka.

Walaupun sudah cukup lama hidup berumah tangga, tetapi ayah dan ibu tetap bertahan pads agama yang diyakininya. Satu sama lain tak terpengaruh. Malah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang menyangkut ibadah, di antara keduanya saling menghormati dan menghargai.

Agaknya, ayah benar-benar ingin menjadikan saya sebagai penganut Katolik sejati. Sejak kecil, saya sudah diajar mengenal Yesus. Untuk membersihkan dosa turunan, saya dibawa ke sebuah kolam guna dicuci (dengan cara diselamkan oleh seorang romo). istilahnya dipermandikan atau dibaptis. 

Saat itu saya baru kelas dua SD. Nama depan saya, Xaverius, adalah nama tambahan setelah saya dipermandikan. Pendidikan saya mulai TK sampai SMA saya tempuh di sekolah Katolik di Surabaya.

Kendati saya "sejalur" dengan ayah, tapi dalam kehidupan sehari-hari saya merasa lebih dekat kepada ibu. Di mata saya, beliau memang sosok seorang ibu yang lembut dan penuh kasih sayang. Dia sangat disukai oleh anak-anaknya. Namun khusus untuk saya, ibu menaruh perhatian lebih Itu, konon, karena sayalah anak yang paling patuh, rajin, dan tidak suka neko-neko pada orang tua dibanding saudara-saudara saya yang lain. Dan, saya pun menyayanginya.

Setelah lulus SMA, saya melanjutkan studi ke Politeknik Pertanian Universitas Jember. Walaupun saya hidup di rantau dan cukup jauh dari Sidoarjo, namunperhatian ibu tak pernah berkurang. Dia terus memantau perkembangan saya melalui telepon. Bahkan, tak jarang ibu sendiri yang datang menjenguk saya. Sedangkan ayah, bukan tak punya perhatian pada saya. Tapi, karena kesibukannya di kantor, sehingga is tak punya banyak waktu luang untuk bercengkerama dengan anak-anaknya.

Walaupun saya lebih dekat dengan ibu, tapi dia tidak pernah menyinggung-nyinggung soal agama yang saya anut. Kata-kata yang keluar dari bibir ibu adalah nasihat agar saya selalu rajin belajar sebagai bekal hidup di masa depan. Tapi, entah mengapa, pada suatu pagi, ibu berbicara (lewat telepon) cukup lama soal agama. Tidak biasanya dia begitu. Intinya, ibu akan sangat berbahagia bila saya seagama dengannya. Bukan permintaan, melainkan cuma sebuah harapan.

Terus terang, hal itu membuat saya berada dalam posisi yang dilematis. Pikiran saya sempat diaduk-aduk kebimbangan antara memenuhi harapan ibu atau sebaliknya. Kalau harapan ibu saya tolak, tentu dia kecewa. Namun jika saya penuhi, justru ayah akan lebih kecewa lagi dan terluka perasaannya. Akibat selanjutnya, saya khawatir terjadi disharmoni di antara mereka lantaran memperebutkan status agama saya. Akhirnya, saya putuskan untuk tetap berpegang pada agama saya: Katolik.

Mendapat Musibah.


Sebulan kemudian, ibu mendapat kecelakaan lalu lintas. Sepulang dari suatu acara, mobil yang dikendarainya bertabrakan dengan truk. Ibu meninggal dunia beberapa saat setelah tiba di rumah sakit. Saya sendiri baru tiba di rumah dan mendapatkan ibu sudah terbujur kaku. Luka di bagian kepala dan pundaknya, memang cukup parah. Saya hanya bisa meneteskan air mata di samping jenazah ibu. Sementara, beberapa pelayat tampak membaca Al-Qur'an.

Kepergian ibu membuat jiwa saya terseret dalam duka yang begitu dalam. Saya telah kehilangan orang yang paling saya sayang dan menyayangi saya. Tiba-tiba, saya berubah pikiran. Demi cinta dan rasa hormat saya pada almarhumah ibu, saya ingin mewujudkan harapannya yang dulu pernah saya tolak, yaitu masuk Islam.

Saya tidak memerlukan pertimbangan apa-apa lagi. Keinginan saya untuk masuk Islam sudah mantap. Teman teman saya juga banyak yang mendukung. Malah, kata mereka, seandainya saya jadi masuk Islam, maka arwah ibu akan mendapat percikkan kesejukan, karena keimanan saya itu. Juga hubungan saya dengan almarhumah ibu tak akan pernah putus.

Maka, pada tanggal 6 Mei 1996, saya resmi seiman dan seagama dengan almarhumah ibu alias sama-sama menuhankan Allah SWT. Acara pengislaman itu dilaksanakan secara sederhana di Masjid Al-Hikmah Kampus Universitas Jember, di bawah bimbingan Drs. Shangaji M. (Maulana/Albaz) (dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/ )

Hizbullah Menyerukan Kepada Para Muslim Jadilah Lelaki Walau Sehari Saja


Sekjen gerakan perlawanan Hizbullah Libanon, Sayyid Hasan Nashrullah meminta para pemimpin Arab dan Muslim untuk “menjadi lelaki walau hanya sehari saja”. 

Dia mengingatkan para pemimpin Arab dan Muslim, “Tidak akan tersisa bagi mereka kursi di Timur Tengah baru. Tidak akan tersisa bagi mereka tanah air, karema kawasan ini akan dibagi-bagi menjadi negara-negara kecil dan kantong-kantong berdasarkan madzhab (aliran), kelompok dan ras.”

Demikian dinyatakan Nashrullah dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi milik Hizbullah “al-Manar”, Kamis (03/08). Dalam pidatonya Nashrullah mengatakan, “Aku katakan kepada para pemimpin Arab dan Muslim, Anda telah mengkhayalkan tanggung jawab moral Anda karena takut dengan kursi-kursi Anda. Namun di Timur-Tengah baru, tidak akan tersisa kursi buat Anda, tidak akan ada lagi tanah air buat Anda. Negara-negara Anda akan dibagi menjadi Timur-Tengah baru menjadi kantong-kantong dan negara-negara kecil berdasarkan madzhab, kelompok dan ras. Negara besar ini tidak akan menjadi besar, negara kaya ini tidak akan menjadi kaya dan singgasana tidak akan menjadi singgasana.”

Menurut para pengamat, pernyataan Nasrullah ini ditujukan kepada sebagian negara, di antaranya Mesir dan Arab Saudi, yang menyebut apa yang dilakukan Hizbullah di Libanon sebagai “petualangan tanpa perhitungan” yang mengakibatkan agresi militer Zionis Israel.

Nashrullah melanjutkan, “Demi diri Anda dan kursi Anda, kumpulkan antara kemanusiaan dan kursi-kursi Anda, dan bergeraklah walaupun hanya untuk satu hari saja demi menghentikan agresi ini.”

Sekjen Hizbullah ini menambahkan, “Aku katakan kepada siapa yang ingin membantu Libanon: rumah-rumah yang hancur ini tidak dihancurkan oleh banjir atau gempa bumi namun dihancurkan Israel. Meski utusan-utusan bertambah ke Libanon namun ini tidak mengekspresikan kejujuran cinta kepada Libanon.”

Kejujuran cinta, menurut Nashrullah adalah melakukan upaya sungguh-sungguh untuk menghentikan agresi Israel. “Katakan dalam pertemuan-pertemuan rahasia Anda dengan orang-orang Amerika apa yang Anda katakan secara terang-terangan. Buktikan cinta Anda kepada Libanon di sana, serukan suara Anda di sana, jadilah lelaki walau hanya sehar,” tegasnya melanjutkan. (was/iol/Eramuslim)


Bukan Pemimpin Arab



Tidak layak orang-orang itu menjadi pemimpin negara arab, mereka sebenarnya hanyalah kaki tangan imperialis. Mereka tidak pernah dipilih bangsa arab untuk jadi pemimpin, sebab mereka menduduki jabatan ini hanya karena didukung para penjajah barat.

Mereka hanyalah 'raja yang menggigit', bukan pemimpin bangsa arab. Karena itu tidak ada gunanya mengharapkan mereka menjadi laki-laki, jangankan sehari, sedetik pun mereka tidak sanggup. Ahmad Sarwat, Sabtu, 5 Agu 2006 13:14 WIBSekjen gerakan perlawanan Hizbullah Libanon, Sayyid Hasan Nashrullah meminta para pemimpin Arab dan Muslim untuk “menjadi lelaki walau hanya sehari saja”. 



Dia mengingatkan para pemimpin Arab dan Muslim, “Tidak akan tersisa bagi mereka kursi di Timur Tengah baru. Tidak akan tersisa bagi mereka tanah air, karema kawasan ini akan dibagi-bagi menjadi negara-negara kecil dan kantong-kantong berdasarkan madzhab (aliran), kelompok dan ras.”

Demikian dinyatakan Nashrullah dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi milik Hizbullah “al-Manar”, Kamis (03/08). Dalam pidatonya Nashrullah mengatakan, “Aku katakan kepada para pemimpin Arab dan Muslim, Anda telah mengkhayalkan tanggung jawab moral Anda karena takut dengan kursi-kursi Anda. Namun di Timur-Tengah baru, tidak akan tersisa kursi buat Anda, tidak akan ada lagi tanah air buat Anda. Negara-negara Anda akan dibagi menjadi Timur-Tengah baru menjadi kantong-kantong dan negara-negara kecil berdasarkan madzhab, kelompok dan ras. Negara besar ini tidak akan menjadi besar, negara kaya ini tidak akan menjadi kaya dan singgasana tidak akan menjadi singgasana.”

Menurut para pengamat, pernyataan Nasrullah ini ditujukan kepada sebagian negara, di antaranya Mesir dan Arab Saudi, yang menyebut apa yang dilakukan Hizbullah di Libanon sebagai “petualangan tanpa perhitungan” yang mengakibatkan agresi militer Zionis Israel.

Nashrullah melanjutkan, “Demi diri Anda dan kursi Anda, kumpulkan antara kemanusiaan dan kursi-kursi Anda, dan bergeraklah walaupun hanya untuk satu hari saja demi menghentikan agresi ini.”

Sekjen Hizbullah ini menambahkan, “Aku katakan kepada siapa yang ingin membantu Libanon: rumah-rumah yang hancur ini tidak dihancurkan oleh banjir atau gempa bumi namun dihancurkan Israel. Meski utusan-utusan bertambah ke Libanon namun ini tidak mengekspresikan kejujuran cinta kepada Libanon.”

Kejujuran cinta, menurut Nashrullah adalah melakukan upaya sungguh-sungguh untuk menghentikan agresi Israel. “Katakan dalam pertemuan-pertemuan rahasia Anda dengan orang-orang Amerika apa yang Anda katakan secara terang-terangan. Buktikan cinta Anda kepada Libanon di sana, serukan suara Anda di sana, jadilah lelaki walau hanya sehar,” tegasnya melanjutkan. (was/iol/Eramuslim)


Bukan Pemimpin Arab



Tidak layak orang-orang itu menjadi pemimpin negara arab, mereka sebenarnya hanyalah kaki tangan imperialis. Mereka tidak pernah dipilih bangsa arab untuk jadi pemimpin, sebab mereka menduduki jabatan ini hanya karena didukung para penjajah barat.

Mereka hanyalah 'raja yang menggigit', bukan pemimpin bangsa arab. Karena itu tidak ada gunanya mengharapkan mereka menjadi laki-laki, jangankan sehari, sedetik pun mereka tidak sanggup. Ahmad Sarwat, Sabtu, 5 Agu 2006 13:14 WIB

Komunitas Kriastiani Indonesia Memberikan Dukungan Untuk Pembebasan Palestina


Kebrutalan serdadu Israel atas warga Palestina dan Libanon dinilai sebagai penjahat perang, karena telah melanggar tata norma peperangan yang didalamnya dilarang membunuh warga sipil ataupun mengambil hak hidup seseorang serta menghancurkan fasilitas umum yang ada di Lebanon.

Demikian Antonius Benny Susetyo, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan agama dan kemanusiaan, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), di Jakarta, Kamis (3/8).

"Israel telah melakukan pelanggaran kemanusiaan yang luar biasa dan melanggar norma perang yang adil yakni telah membunuh anak-anak, tempat ibadah serta fasilitas umum vital lainnya," tegasnya.

Menurut dia, kebiadaban Israel itu lantaran dukungan dari Amerika Serikiat (AS). Sebab, tanpa AS,Israel tidak akan mampu membombardir Lebanon. Karena itu, AS diminta tidak menutup diri dalam proses perdamaian di Timur Tengah. "Sebagai negara demokrasi AS tidak bisa berperan ganda, di saat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tidak mampu lagi menjalankan perannya," saran Benny.

Ia menambahkan, untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah, maka seluruh masyarakat di dunia ini harus membentuk suatu federasi ataupun membentuk jaringan masyarakat internasional.

Selanjutnya, katanya, masyarakat internasional tersebut nantinya diharapkan dapat menuntut tindakan Israel serta memberikan warning terhadap Amerika Serikat yang telah mendukung tindakan Israel menyerang Lebanon dan Palestina.

"Israel telah melanggar tata tertib moral, yaitu dengan menghilangkan hak hidup manusia, jika hal itu terus dilanggar oleh Israel maupun Amerika Serikat yang menjadi pendukung di belakang Israel, maka mereka telah melanggar kekuatan hukum yang Ilahi," imbuh dia

Kekejaman Israel Membabi-buta, Kantong-Kantong Warga Sipil Diserbu


Roket Katyusha milik gerilyawan Hizbullah menghantam pos perbatasan Israel. Sementara Israel menggempur rumah sakit kepunyaan Hizbulloh di Kota Baalbek, Lebanon bagian selatan. 

Jerusalem: Dua roket Katyusha milik gerilyawan Hizbullah dilepaskan ke wilayah Israel, Rabu (2/8). Salah satunya dikabarkan menghantam pos militer Israel. Intesitas hantaman roket Hisbullah ke wilayah Israel cenderung menurun dari hari kemarin. Dari seratus roket per hari yang diluncurkan pada pertengahan Juli silam, berkurang menjadi hanya 10 roket. 

Di lain pihak, Israel memperluas serangan darat dengan menerjunkan 10 ribu personel di wilayah Lebanon bagian selatan. 

Pertempuran tak terhindarkan saat tentara Israel merangsek ke Lembah Bika. Sebuah rumah sakit milik Hizbullah di Kota Baalbek juga dikabarkan menjadi sasaran penyerangan pasukan darat Israel. Tujuh orang tewas.

Sejak peperangan pecah, jumlah warga Lebanon yang tewas mencapai 532 orang. Namun, angka korban tewas sebenarnya menembus 750 jiwa mengingat proses evakuasi berjalan tersendat akibat Israel melanggar masa penangguhan serangan udara [baca: Warga Lebanon yang Tewas Mencapai 523 Orang].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)




Bangunan yang hancur di Lebanon selatan akibat serangan militer Israel
Masnaa: Israel tetap melanjutkan serangan ke Lebanon, meskipun sebelumnya berjanji akan menangguhkan serangan selama 48 jam. Selasa (1/8), militer Israel menggempur desa-desa dan basis gerilyawan Hizbullah di perbatasan Lebanon-Suriah. Serangan israel semakin dalam masuk ke dalam wilayah Lebanon, termasuk kantong-kantong warga sipil di sepanjang Pantai Laut Tengah.

Kantor berita pemerintah Lebanon melaporkan, jet-jet tempur Israel juga menghantam wilayah perbatasan Lebanon-Suriah di Masnaa. Polisi Lebanon menyebutkan, dua misil menghantam kendaraan yang membawa bantuan kemanusiaan di dekat pos kepabeanan. Serangan itu menyebabkan dua warga dan seorang petugas Cukai terluka.

Dari Jerusalem dilaporkan Menteri Pertahanan Israel Amir Peretz berdalih, serangan udara itu untuk menghancurkan kendaraan yang mengangkut senjata dari Suriah ke Lebanon. Namun, Israel menyatakan, tidak bermaksud memancing Suriah untuk terlibat perang. Selama ini, Israel selalu menuduh Suriah membiarkan senjata buatan Iran melintasi wilayahnya untuk diberikan kepada gerilyawan Hizbullah.(